Manusia Terdiri dari Tiga Golongan


Ayyub ibnu qoryah berkata “ manusia terbagi dalam tiga golongan yakni orang yang berakal, yang dungu, dan yang durhaka (perusak)”

Yang berakal menjadika agama sebagai syariatnya. Sabar dan tenang tabiatnya. Pandangan dan pikiran sehat menjadi pedomannya. Orang berakal, apabila ditanya maka akan menjawab dengan baik. Kalau berbicara akan selalu tepat. Kalau mendengarkan uraian ilmu maka ditekuninya. Dan kalau bercerita, ia mengambil dari sumber riwayat.

Adapun orang yang dungu, kalau berbicara mengecewakan orang, kalau bercerita menakut-nakuti, dan kalau mengemukakan pendapat maka pendapatnya tidak berbobot.


Sedangkan orang yang durhaka, apabila kamu amanahi dia maka dia berkhianat. Bila kamu ajak bicara maka ia memburuk-burukkanmu. Kalau kamu menolongnya dia tidak memelihara kebaikanmu dan tidak mampu menyimpan rahasiamu. Kalau kamu belajar ia tidak mau mengambil pelajaran dan hikmahnya. Kalau berbicara dia tidak mau mengerti dan kalau dibimbing agama dia tidak mau memahaminya.

Panglima Perang Termuda



Dalam waktu kurang dari 2 tahun, Muhammad Ibn Qasim, seorang kacung muda yang belum berusia 17 tahun, dengan kemampuan militernya yang luar biasa mampu menghadapi pasukan-pasukan terhebat sehingga anak benua dapat bersatu. Dan berkat keberhasilannya yang mengagumkan bersama sebuah pasukan kecil ang beranggotakan 6.000 orang, dia berhasil membentuk babak keemasan  dalam sejarah peperangan di abad pertengahan. Menurut Lane Poole, seorang ahli sejarah inggris terkenal, babak keemasan itu merupakan "Roman sejarah ang mempesona."

Muhammad Ibn Qasim lahir pada suatu masa ketika pemerintahan militer Islam menguasai ketiga benua terkenal. Di Barat, Musa Ibn Nusair telah menaklukan seluruh daerah Afrika Utara. Dia bersama pembantunya yang cakap, Tariq ibn Ziyad, telah menduduki pula Semenanjung Iberia dengan kecepatan mengagumkan. Di Timur, Qutaiba ibnu Muslim telah menghancurkan perlawanan kaum Tartar dan membawa  Asia Tengah kebawah bendera Islam. Di Sind, Muncul Muhammad Ibn Qasim pada tahun 712 Masehi dan dalam waktu kurang dari 2 tahun ia merebut seluruh Baluchista, Sind, dan Bahawalpur sampai ke Multan.

Sind kala itu diperintah oleh Raja Dahir, putra Charch, negarawan dan administrator besar yang dilahirkan anak benua tersebut. Negara yang diperintah oleh Raja Dahir adalah negara terkuat dianak benua itu. Negara itu terdiri dari seluruh Sind, Baluchistan, Markam, Gujarat, Marwar  dan sebagian Punjab. Ibu kotanya adalah Debal, terletak dipinggir sungai indus didekat pantai.

Raja Dahir adalah seorang raja yang angkuh. Dia memberika perlindungan kepada sejumlah pemberontak kekhalifahan Islam. Selain itu orang-orangnya merampas barang-barang milik pedagang Islam dekat Debal, sewaktu mereka sedang dalam perjalanan ke Arab dari Ceylon.

Anak buah raja Dahir tidak saja telah merampas dagangan saudagar-saudagar Islam, tetapi jjuga menahan anak-anak dan wanita-wanita mereka, dan sang raja menolak membebaskan mereka walaupun pengaduan telah disampaikan  oleh Khalifah kepada beliau. hal ini yang menyebabkan dilakukannya penyerangan terhadap Sind.

Hajjaj bin Yusuf, raja muda Khalifah Ummayah di Irak, paman dan sekaligus mertua Muhammad Ibn Qasim, mengatur semua usaha itu dan mempercayakan pimpinan sebuah pasukan kecil beranggotakan 6.000 orang yang dipersenjatai dengan baik pada Qasim muda. panglima perang muda ini berangkat dengan kecepatan yang mengagumkan dan mengepung Debal.

Dia membawa 2 jenis senjata baru, yaitu ketapel dan bola api. Senjata pertama digunakan untuk menghujani musuh dengan batu dan senjata kedua untuk ditembakkan pada musuh. Pasukannya sangat kecil dibandingkan dengan pasuka musuh ang terdiri dari 10.000 orang. Pasukan musuh itu didukung pula oleh gajah dan kesatuan tempur yang terdiri dari pemanah-pemanah jempolan.

Raja Dahir tidak sendirian, karena ia didukung oleh temannya raja-raja Hindu yang tersebar diseluruh pelosok anak benua itu. Ia biasanya menggunakan taktik yang membuat letih musuh dan kemudian menghancurkannya. Dia bahkan mengunci dirinya dibalik tembok kota Debal yang kokoh dan tidak dapat dimasuki itu.

Kemenangan Islam dalam peperangan ini dianggap berasal dari ketapel raksasa yang bernama “Uroos” itu. Sebutir batu yang dilontarkan “Uroos” itu sanggup menurunkan bendera yang sedang berkibar dipuncak candi yang paling besar didalam benteng itu. Orang-orang yang terkepung dalam benteng itu, menyangka hal itu sebagai pertanda buruk, segera keluar dan akhirnya kalah dengan menderta kerugian yang besar.

Dalam jangka waktu 2 tahun, dari tahun 712 sampai tahun 714 Masehi, Muhammad Ibn Qasim memenangkan 11 kali pertempuran berdarah melawan pasukan-pasukan Raja Dahir dan konco-konconya yang kuat itu. Walaupun mendapat rintangan yang besar dan hanya mengerahkan pasukan kecil, dia tidak pernah menderita kekalahan.

Setelah merebut Debal, dia bergerak menuju Nerwal, yang juga menyerah tanpa perlawanan. Dia kemudian bergerak menuju Bherah dimana dia berhasil mengalahkan Raja Vijay ray. Selanjutnya, dia merebut Sehwan, benteng Sesam dan Ashihah tanpa banyak rintangan. Dia juga bergerak ke sisi barat sungai indus. Dekat Jhimpir deia berhadapan dengan pasukan Raja Dahiryang kuat ang dikomandoi oleh Jai singh, yang ditempatkan di sisi timur sungai Indus.

Muhammad ibn  Qasim membuat rencsns yang unik untuk meyebrangi sungai ang lebar dan berarus kuat itu. Dia mengikat perahu satu sama lainsehingga panjangnya  sama dengan lebar sungai itu.  Lalu ia mengawaki setiap perahu dngan lima pemanah pilihan dan perahu paling depan dilengkapi dengan mangonel (semacam mesin) untuk menarik perahu tersebut. Dia kemudian memerintahkan agar  seemua perahu bergerak mengukuti arus. Perahu-perahu itu bergerak secara sistematis, dan dibawah hujan anak panah, pasukan musuh yang kuat yang menguasai pinggir sebrang sungai itu terpukul mundur. Ketapel-ketapel raksasa didaratkan, sememtara pasukan Islam mendarat dengan segera dan menyerang musuh, serta melumpuhkan mereka dengan kerugian yang besar.

Pasukan Islam merebut Jhimpir dan mengikuti tentara Raja Dahir yang sedang berada dibenteng Rawar, tempat pertempuran yang mengesankan itu berkobar. Dalam pertempuran ini, walaupun dengan kekuatan yang jauh lebih unggul, orang-orang hindu dikalahkan dan Raja Dahir terbunuh. Pertempuran seru lainnya ang dilakukan oleh Muhammad Ibn Qasim adalah yang terjadi di Brahmanabad, dimana  Jai Singh menghadapinya dengan 40.000 tentara. Jai singh dikalahkan dan melarikan diri ke Kashmir.

Selanjutnya tentara Islam berhasil merebut Aror (Rohri) setelah terlibat dalam suatu pertumpahan darah yang seru. Pasukan Islam terus maju ke Sikka, yang baru dapat mereka rebut setelah bertempur menaklukkan Multan, dimana mereka mendapat benak harta benda.

Pasukan Islam ini berhasil berkat keunggulan taktik militer dan keberanian serta keahlian pribadi komandan muda Muhammad Ibn Qasim serta keberanian dan kedisiplinan tentara Islam ang sangat luar biasa. Dia unggul baik dalam melaksanakan pengepungan maupun dalam peperangan terbuka. Rencana-rencana rahasia dan serangan pasukan cadangan sering membawa kemenangan baginya.

Muhammad Ibn Qasim ternyata juga sangat hebat, baik dalam peperangan maupun dalam suasana damai. Dia membuktkan dirinya sebagai pemimpin yang cakap. Pemerintahannya yang adil dan bijaksana selama 2 tahun, pembaruan dalam bidang pertanian, dan kebijaksanaan atau politik kebudayaannya membuatnya dengan cepat disayangi oleh rakyatnya, baik yang beragama Islam maupun yang bukan. Setelah kepergian penyokong-penyokongnya, Hajjaj bin Yusuf dan Khalifah Walid, dia ditangkap, dipanggil pulang oleh Khalifah Sulaiman. Dan rakyat Sind mengucapkan selamat jalan dan melepasnya dengan hati yang sangat berat.

Untungnya Mengendalikan Diri


Dibalik musibah atau kesedihan yang telah melilit kita semua, selalu ada kebaikan, secerah harapan, jalan keluar serta pahala. Karenanya, kendalikan diri anda dalam berbagai kesulitan yang dihadapi. Selanjutnya, bersiaplah mendapatkan keuntungan besar sebagai imbalannya.

Buktinya? Ketika Rasulullah Saw. diusir dari mekah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah, dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab ditelinga dan mata sejarah. Ahmad bin Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karena kendali dirinya pula, ia kemudian menjadi imam salah satu madzhab. Ibn Taimiyah pernah di penjara, tetapi justru di penjara itulah ia banyak  melahirkan karya. As-Sarakhsi pernah dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi ditempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak 20 jilid.

Bukti lainnya, Ketika Ibnul Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil menyelesaika karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan Nihayah. dalam perkembangannya kitab ini menjadi salah satu buku paling terkenal dalam hadits. pengalaman Ibnu al-Jauzzy tak kalah seru, ia justru menguasai qira'ah sab'ah setelah diasingkan dari baghdad. Cerita Malik Ibn ar-Raib lain lagi, meski menanggung suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya para penyair besar zaman Abbasiyah. Lalu, ketika anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu menciptakan nyanyian-nyanyian puitis yang mampu membekan mulut zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, dan memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saaat mendengarnya kembali.

Berpacu Memacu Semangat


Imam Shadiq berkata, "Sesungguhnya Allah Yang Maha Kuasa itu bersemangat dan menyukai setiap orang yang bersemangat, dan lantaran semangat ini lah Dia melarang perilaku memalukan (yang dilakukan) secara terbuka ataupun secara tersembunyi."

Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Nabi Ibrahim a.s adalah orang yang bersemangat, dan aku lebih bersemangat dari padanya. jika seorang mukmin tidak mempunyai semangat atau harga diri, Allah akan menghancurkan kedudukannya, membuka aibnya di dunia, dan menjadikannya hina."

WASPADA KEMALASAN TILAWAH QURAN


Beberapa kendala yang harus diwaspadai ketika malas membaca Al-Quran :

  1. Menganggap sepele, sehingga tidak ada keinginan atau menunda-nunda
  2. Lemahnya wawasan, sehingga tidak termotivasi untuk istiqomah
  3. Tidak memiliki waktu wajib bersama Al-Quran
  4. Lemahnya keinginan tilawah tidak pernah memohon kepada Allah Swt. agar dimudahkan tilawah
  5. Terbawa lingkungan yang tidak memiliki perhatian kepada tilawah Quran.

DO, RE, MI, FA, SOL, LA, SI


Tahukah anta? sebagaimana diakui oleh sarjana barat maupun timur, bahwa orang arablah yang memperkenalkan Not; do, re, mi, fa, sol, la, si. Bunyi - bunyi itu diambil dari huruf arab : DAL, RA, MIM, FA, SHAD, LAM, SIN.

Hasan ibn Nafi' yang lebih dikenal dengan Ziryab. Ia seorang maula dari Irak, murid Ishaq Al-Maushuli seorang musisi dan biduan kenamaan di istana Harun Al-Rasyid. Ziryab tiba di Cordova pada tahun pertama pemerintahan Abd Al-Rahman II AL-Ausath. Kepiawaiannya dalam seni musik dan tarik suara, menjadikan pengaruhnya masih membekas sampai sekarang. Bahkan ia pula dikenal sebagai peletak dasar dari musik Spanyol modern.

Pertanyaan Imam Ghazali pada Murid-muridnya


Suatu hari, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. ia bertanya, "Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?" Mereka menjawab. "Orang tua, guru, kawan , sahabat." "Benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah mati. Sebab, setiap yang bernyawa pasti akan mati."

Lalu ia meneruskan, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Mereka menjawab, "Bulan, matahari dan bintang-bintang." "Benar, tapi yang paling benar adalah masa lalu. Dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama Islam."

Kembali Imam Ghazali bertanya, "Apa yang paling besar di dunia ini?" Mereka menjawab, "Gunung, bumi, matahari." Imam Ghazali menerangkan, "Semua benar, tapi yang paling benar adalah nafsu. Kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka."

Selanjutnya, "Apa yang paling berat di dunia ini?" Ada yang menjawab, "Besi, gajah." "Semua jawaban benar, tapi yang paling berat adalah Memegang Amanah."

Pertanyaan kelima, "Apa yang paling rinagn di dunia ini?" Ada yang menjawab, "Kapas, angin dan debu." "Semua jawaban benar, tapi yang paling ringan didunia ini adalah Meninggalkan Shalat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan Shalat."

Dan terakhir, "Apa yang paling tajam di dunia ini?" Mereka menjawab, "Pedang." "Benar, tapi yang paling tajam adalah lidah manusia.karena lidah, manusia selalu bisa menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri."

IBU BERDIMENSI SURGA

Dulu, pertanyaannya HANYA :  1. bagaimana kabarnya?... sekarang nambah, "lancar ibadahnya?" 2. bagaimana uang jajanny...