William shakespeare boleh mengatakan,
‘apalah arti sebuah nama?’. Namun dalam Islam, NAMA adalah sesuatu yang sangat
penting. Karena sifat dan karakter seseorang terkadang terpengaruh dari baik
tidaknya nama itu. NAMA juga merupakan doa atau harapan dari orang yang
memberikannya. Maka, ketika orang tua memberikannya nama yang baik kepada
anak-anaknya, maka ia berharap, anaknya sesuai dengan nama yang diberikannya.
Sebuah hadits menganjurkan bahwa, “ Sesungguhnya nama-nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan
Abdurrahman.” (HR. MUSLIM)
BERBUAT BAIK, JALAN LEBAR MENUJU KEBAHAGIAAN
Jangan bersedih selama masih dapat berbuat baik kepada orang lain. Tahukah Antum, berbuat baik kepada orang lain merupakan jalan lebar menuju kebahagiaan. Dalam sebuah hadist sahih disebutkan, “ dihari kiamat nanti, yakni saat Allah menghisab hamba-Nya, Dia akan berkata kepadanya; ‘wahai anak adam, aku lapar mengapa engkau tak memberiku makan’; Hamba itu menjawab, ‘ bagai mana mungkin aku memberi-Mu makan, sementara Engkau adalah Rabb semesta alam?’ Allah berkata, ‘Tidaklah engkau tahu bahwa hambaku si fulan bin fulan, sedang kelaparan, namun engkau tidak memberinya makan. Ketahuilah, seandainya engkau memberinya makan, maka engkau akan mendapatkan semua disisi-Ku’. “
YANG BERHARGA TAPI SIA-SIA
Khalifah Utsman bin Affan RA. Berkata, “ Ada sepuluh hal yang dianggap sia-sia, yaitu : (1) Orang pandai yang tidak pernah diminta pendapatnya. (2) Ilmu yang tidak diamalkan. (3) Pendapat benar yang tidak diterima. (4) Senjata yang tidak pernah dipakai. (5) Masjid yang tidak dipakai shalat. (6) Mushaf (Al-Quran) yang tidak pernah dibaca. (7) Harta yang tidak diinfakkan. (8) Kuda (Kendaraan) yang tidak dinaiki. (9) Ilmu zuhud bagi orang yang mencintai dunia. (10) Dan umur panjang yang tidak digunakan untuk memperoleh bekal perjalanan (Akhirat).”
TIDAK ADA SEDIH, TANDA MATINYA HATI
Ibnu Athaillah
dalam Kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa salah satu matinya hati adalah hilangnya
rasa sedih dalam hati. “ Diantara tanda-tanda hati yang mati, ialah tidak rasa
sedih dalam hati, apabila telah kehilangan kesempatan untuk melakukan taat
kepada Allah, tidak juga menyesal atas perbuatan (kelalaian) yang telah
dilakukannya. ” Dia menambahkan, “ Barang siapa senang menjalankan kebaikan,
dan merasa sedih menjalankan kejahatan maka ia adalah orang yang beriman. ”
YANG TIDAK BERUNTTUNG DAN TIDAK MERUGI
Salma Al-Farisi
RA. Berkata dalam kitab Al-Hilayah karya Abi Nu’aim, “ Ketika orang-orang telah
melakukan shalat Isya; maka mereka akan akan segera terbagi kedalam tiga
tingkatan; (1) Orang yang merugi dan tidak punya apa-apa, (2) Orang yang untung
dan tidak merugi, (3) Dan orang tidak beruntung dan tidak merugi.
Orang yang
tenggelam dalam kegelapan malam dan keterlupaan manusia, lalu menenggelamkan
diri dalam kemaksiatan, dia itulah orang yang merugi dan tidak beruntung.
Sementara
orang-orang yang tenggelam dalam kegelapan dan keterlupaan manusia, namun
kemudian ia melaksanakan shalat malam, maka dia lah orang yang beruntung dan tidak
merugi.
Adapun orang yang shalat (Isya), lalu ia tidur. Dia
inilah orang yang tidak beruntung dan tidak merugi.”
PERBANYAK SENYUM
Dalam teks agama, senyum bernilai ibadah karena
dianggap memiliki kesamaan dengan shadaqah. Tentunya senyum yang dimaksud
adalah senyum tulus dan murni. Sebab, pada kenyataannya ada varian senyum yang
dianggap kurang baik, misalnya senyum sinis, senyum mengejek.
Dalam menghadapi Ujian dan Cobaan, janganlah
bersikap tegang dan bermuka muram. Apabila dalam kondisi terkena musibah
dihadapi dengan tabah dan menebar senyum, maka tersenyum akan mengurangi
kesedihan dirinya dan orang yang melihatnya. Ternyata tersenyum sangat
bermanfaat untuk tubuh kita. Bahkan, ada pula penelitian yang mengungkapkan
bahwa penyakit seseorang dapat berkurang dengan terapi senyum.
Orang yang sedih bisa gembira dengan senyum,
dan orang marah akan reda jika tersenyum. Jika tak dapat tersenyum, maka
paksakan untuk tersenyum dengan cara menarik ujung bibir, sebagaimana orang
yang sedang tersenyum. Dengan cara tersebut, urat saraf yang tegang akan
sedikit mengendur.
Senyum mempunyai banyak manfaat, diantaranya
wajah akan memancarkan aura positif. Aura tersebut menyebabkan pikiran kita
menjadi lebih positif. Dan dengan pikiran yang positif akan memunculkan banyak
ide cemerlang, dan berbagai hal positif yang pasti akan membuat kita jauh lebih
baik.
Banyak hal yang membuat kita stres. Namun, tak
ada salahnya untuk meluangkan waktu sejenak agar tubuh kita rileks. Ketika
bertemu siapa pun tersenyumlah dengan baik. Lupakan sejenak masalah yang
membuat kita stres dan kenanglah masa-masa menyenangkan yang pernah kita alami.
Selain itu, apabila kita mengalami
gejala-gejala yang menampakan bahwa kita sedang mengalami tekanan darah tinggi,
cobalah untuk tersenyum yang baik, dan nikmati setiap detik demi detiknya.
Tetapi apabila kita masih kurang yakin dengan pernyataan ini, kita bisa mencoba
untuk mengamati hasil tekanan darah sebelumdan sesudah tersenyum.
Sebuah senyum akan mengubah
perasaan. Apabila kita sedang sedih, cobalah untuk tersenyum. Senyuman akan
membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyuman bisa memperkuat
tubuh, sehingga perasaan berubah. Senyum juga bisa menghilangkan stres yang
terlihat diwajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan dan sedih.
Oleh karena itu, ketika kita stres, ambilah waktu untuk tersenyum.
Saat kita tak tahu cara harus menghadapi
seseorang yang sedang berduka dan tidak tahu harus berkata apa kepadanya, maka
ada satu hal yang bisa kita berikan, yaitu senyuman simpatik. Sebab, senyum
terbukti mampu menghibur dan menyejukan hati yang sedih.
Senyum dapat membuat orangyang marah menjadi
tenang. Senyum juga membuat kita bahagia. Selain itu, senyum juga bisa membuat
kita tampak awet muda. Senyuman sangat mudah dilakukan dan murah untuk
dibagikan, namun memiliki dampak yang luar biasa, yang mungkin tak pernah kita
bayangkan. Jadi, marilah kita berpindah da hangatkan dunia dengan senyum.
MENJADI PRIBADI PEMAAF
Sifat pemaaf
merupakan lambang kepribadian yang indah. Sebab didalam sanubari orang yang
suka memaafkan orang lain tersimpanlah keikhlasan dan kerelaan hati.
Namun harus
diakui, untuk Menjadi Pribadi Pemaaf
bukanlah hal yang mudah, sikap negatif yang menjadi lawannya yaitu Pemarah
senantiasa menghalangi terwujudnya sifat pemaaf dalam diri seseorang. Iman dan
Takwa lah yang menjadi kemudi untuk melahirkan sifat Pemaaf.
Selain itu, ada
satu hal yang harus diwaspadai, setan ikut mengambil tempat untuk melahirkan
sifat pemarah. Ketika kemarahan muncul dalam diri kita, maka nafas terasa
tersegal-segal, pikiran kacau, akal sehat hilang. Pada akhirnya jalan keluar
yang kita ambil kontra produktif dengan semangat perubahan untuk menjadi lebih
baik, yang terjadi justru rusaknya agenda yang telah kita susun sebelumnya.
Karna sifat itu, permasalahan bukannya terselesaikan satu per satu, malah
terkadang menjadi lebih buruk. Begitulah ketika amarah menguasai diri kita.
Suatu ketika,
Rasulullah berkumpul dengan sejumlah sahabatdan bersabda, “ Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang dengannya Allah
memuliakan Manusia dan menaikan derajatnya? ” serempak mereka menjawab “ Tentu wahai Rasulullah”, lalu utusan
Allah ini melanjutkan. “ Kalian bersabar
terhadap orang yang tidak mengenalmu, Kalian memaafkan orang yang pernah
menganiayamu, kalian memberikan sesuatu kepada orang yang tak pernah memberimu,
dan kalian menyambung tali silaturahim dengan orang yang telah memutuskannya
dengan mu.”
Kita sering
menemukan seseorang membalaskan rasa sakit hatinya kepada orang lain ketika ia
mempunyai kesempatan. Dalam hal ini, antara orang yang membalas dendam dan yang
menerimanya sama-sama buruk dalam pandangan ALLAH SWT. Sebaliknya, sunggu mulia
jika ada orang yang sanggup membalaskan rasa sakit hatinya namun ia
menggantinya dengan Pemberian Maaf.
Padahal pada saat itu ia mempunya kesempatan untuk membalas dendam, namun hal
itu ia hilangkan.
Simak sikap
sahabat Nabi, Abu Bakar Shiddiq.
Untuk
menghancurkan umat Nabi Muhammad, tokoh munafik Abdullah bin Ubay menyebarkan
fitnah tentang Aisyah. Ia mengatakan bahwa Aisyah telah berbuat negatif. Cepat
sekali isu itu tersebar. Sampai – sampai Abu Bakar sebagai ayah dari Aisyah
menjadi gelisah, lantaran sahabat karibnya Masthah juga ikut menyebarkan berita
tak enak tersebut. Padahal selama ini Masthah telah banyak dibantu kebutuhan
hidupnyaoleh Abu Bakar. Semula Abu Bakar ingin memutuskan tali silaturahim
dengan Masthah. Ternyata niat Abu Bakar tidak diperkenankan olleh Tuhan. Lalu
turunlah ayat yang menyatakan:
“...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada” (Q.S An-Nur : 22)
Dengan turunnya
ayat tersebut, menjadi lembutlah hati Abu Bakar kemudaian ia memaafkan Masthah.
Dan memberi bantuan kepadanya seperti sedia kala sambil berkata “ Aku suka Allah memberikan ampunan
kepadamu”
Orang yang suka
memberikan maaf adalah orang yang didalam hidupnya selalu mendapatkan berbagai kemudahan.
Ia akan mudah bergaul denga siapa saja dan dimana saja. Orang ini ibarat
berjalan ditengah-tengah tanaman bunga yang amat indah dan menyejukan mata.
Dengan demikian ia akan merasakan langkah kaki yang ringan karna ia menganggap
orang lain tak pernah melakukan kesalahan kepadanya.
Sebaliknya,
orang yang pendendam ibarat berjalan ditengah-tengah kebun berduri. Kemanapun
ia pergi yang ia lihat adalah berbagai jenis duri yang siap menusuknya.
Akhirnya ia tak bisa bebas melangkah ke tempat yang ia inginkan, dunia yang
begitu luas ini seakan penjara sempit yang mengurung dirinya.
Memaafkan orang
yang bersalah, berarti membebaskan mereka dari dosa bersalah, sekalipun mereka
tidak memintanya. Tujuan memberi maaf orang yang bersalah, walaupun mereka tak
memintanya, ialah agar kita memperoleh perdamaian dan ingin berbuat baik dalam
bentuk membebaskan orang lain dari dosa. Itulah yang diajarkan oleh ISLAM.
Seperti yang
telah ditegaskan dalam Q.S Al-A’Raf : 199
Subscribe to:
Posts (Atom)
IBU BERDIMENSI SURGA
Dulu, pertanyaannya HANYA : 1. bagaimana kabarnya?... sekarang nambah, "lancar ibadahnya?" 2. bagaimana uang jajanny...
-
Posisi tidur terburuk adalah tengkurap. Bahkan posisi tidur ini dimurkai oleh Allah sebagaimana sabda Rasulullah, “ Sesungguhnya (po...
-
Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat : 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah SA...
-
Bahaya kurang tidur 1. Kurang tidur adalah salah satu faktor penyebab munculnya kecelakaan dan cedera saat bekerja. Pekerja ya...

.jpg)




