SIASAT ALLAH



Nabi Muhammad Saw bersabda, “Dahulu ada dua orang raja; raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit. Ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya. Waktu itu, jenis ikan tersebut ada di dasar samudra. Para tabib yang putus asa menasihatkan agar raja segera mengangkat penggantinya. ‘obat baginda ada pada ikan ini. Kita tak mungkin mendapatkannya.’ Kata mereka. Allah lalu mengutus malaikat untuk menggiring ikan itu keluar dari lubangnya didasar lautsupaya orang mudah menangkapnya. Ikan itu pun lalu ditangkap. Raja memakannya dan ia segera sembuh.”

“Kemudian raja yang mukmin juga jatuh sakit. Ia menderita penyakit yang sama seperti yang diderita raja yang kafir. Ia sakit pada waktu ikan yang menjadi obat itu berada pada permukaan laut. ‘Bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu.’ Kata para tabib. Lalu Allah mengutus malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali kelubang-lubangnya didasar laut.

“Para malaikat langit dan penduduk bumi keheranan. Mereka kebingungan. Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat langit dan para nabi di zaman itu, ‘Inilah aku, yang Maha Pemurah, Pemberi Karunia, Maha Kuasa. Tidak menyusahkan Aku apa yang kuberikan. Tidak bermanfaat bagi-Ku apa yang Kutahan. Sedikit pun Aku tidak memzalimi siapa pun. Adapun raja yang kafir itu, Aku memudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya. Dengan begitu, Aku membalas kebaikan yang pernah ia lakukan. Aku membalas kebaikan itu sekarang supaya ketika ia datang pada hari kiamat, tidak ada kebaikan pada lembaran-lembaran amalnya. Ia masuk neraka karena kekufurannya. Adapun raja yang ahli ibadah itu, Aku tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah. Aku ingin menghapuskan kesalahannya dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak ia datang menghadap-Ku tanpa dosa, san dia pun masuk surga.’ “

Firman Tuhan ini tidak hanya menjelaskan siasat Tuhan atau kebijakan Illahi, tetapi juga menjawab kebingungan kita. Bukankah kita sering bertanya-tanya: Mengapa Dia membiarkan mukmin yang saleh tidak henti-henti dilanda duka, sementara orang yang durhaka terus menerus beruntung? Mengapa tiran yang zalim berusia lanjut bertubuh sehat, sedangkan pemimpin yang adil meninggal dunia dengan cepat?.
            Di balik kontradiksi yang bertentangan dengan rasa keadilan, tersembunyi keadilan Illahi. Inilah siasat atau politik Illahi. Kebijakan tuhan berbeda-beda, bergantung keadaan manusia. Ia menerapkan kebijakan-Nya dalam bentuk bala’ atau ujian. “ Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang berjihad atau besungguh-sungguh dan yang bersabar diantara kamu dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal-ihwalmu.” (Q.S Muhammad [47] : 31)

No comments:

Post a Comment

IBU BERDIMENSI SURGA

Dulu, pertanyaannya HANYA :  1. bagaimana kabarnya?... sekarang nambah, "lancar ibadahnya?" 2. bagaimana uang jajanny...