BAHAYA KURANG TIDUR & KELEBIHAN TIDUR



Bahaya kurang tidur
1.      Kurang tidur adalah salah satu faktor penyebab munculnya kecelakaan dan cedera saat bekerja. Pekerja yang sering mengeluh ngantuk di siang hari, sangat rentan terhadap terjadinya kecelakaan kerja.
2.      Menurunnya konsentrasi. Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berfikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. (a) mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. (b) siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika kita tidak cukup tidur, kita akan kesulitan mengingat apa yang kita pelajari dan alami selama seharian.
3.      Masalah kesehatan serius. Kurang tidur yang parah dapat membawa beresiko mendatangkan berbagai penyakit seperti, serangan jantung, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, stroke dan lain sebagainya.
4.      Menyebabkan depresi. Peneliti dari Universitas pennsyvania melaporkan orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur menyebabkan  gejala depresi.
5.      Terganggunya kesehatan kulit. Gejala umum kurang tidur adalah kulit pucat dan mata bengkak. Insomnia pada tahap kronis menyebabkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitap dibawah mata.
6.      Memperkuat potensi menjadi pelupa. Tidur yang tidak cukup waktu menjadikan otak tidak bisa bekerja secara maksimal. Terutama yang berkaitan dengan memori atau ingatan.
7.      Berpotensi kelebihan berat badan. Kurang tidur sangat berkaitan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Kurang tidur meningkatkan nafsu makan dan hasrat memakan makanan yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi. Jika dibiarkan hal tersebut bisa berujung pada obesitas karena nafsu makan tidak terkendali.
8.      Resiko kematian tinggi. Dalam suatu penelitian di Inggris, ditemukan bahwa pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarka hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan resiko kematian akibat pelbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat resiko kematian akibat penyakit Kardiovaskuler (peredaran darah)


Bahaya kelebihan tidur
Tidur yang baik adalah 6-7 jam per hari. Lebh dari itu akan membahayakan tubuh. Apapun, yang namanya “kelebihan” memang tidak baih. Begitu juga dengan tidur. Para ahli medis menilai, seseorang yang memiliki kebiasaan banyak tidur (hipersomnia) sangat rentan mengalami gangguan fisik maupun mental. Hipersomnia adalah rasa ngantuk yang berlebihan sepanjang hari yang sulit dicegah sehingga inginnya tidur terus.
      Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, lemas, tidak bertenaga, dan mengalami gangguan ingatan akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk tidur. Oversleeping ( kelebihan tidur, juga memiliki resiko terkena serangan diabetes).
      Orang yang tidur lebih dari sembulan jam setiap malam beresiko 50 persen lebih besar dari pada mereka yang tidur selama tujuh jam. Resiko ini juga berlaku bagi mereka yang tidur kurang dari 5 jam semalam. Tidak hanya resiko diabetes, oversleeping bisa mendatangkan obesitas, sakit kepala, depresi, sakit punggung, bahkan kematian.

      Menakjubkan, Rasulullah telah mengajarkan tidur proposional sebagaimana rekomendasi dokter modern. Beliau mencontohkan agar umat tidur lebih awal agar bisa bangun lebih awal untuk segera beribadak kepada Allah (shalat malam). Katakanlah beliau berangkat tidur jam 9 malam dan akan bangun jam 3 pagi.

2 comments:

  1. Rasanya point 7 kebalik kawan, pengalaman saya kalau kurang tidur nafsu makan menurun :D

    ReplyDelete
  2. ya bisa saja, karna setiap orang kan berbeda pengalamannya,
    terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat

    ReplyDelete

IBU BERDIMENSI SURGA

Dulu, pertanyaannya HANYA :  1. bagaimana kabarnya?... sekarang nambah, "lancar ibadahnya?" 2. bagaimana uang jajanny...